Jenggawah Suara Jember News

Portal Beritanya Kec.Jenggawah, Kab.Jember

Home » Mengunjungi Toko Roti Legendaris Di Jember, Hampir Seabad, Cita Rasa Jadi Yang Utama

Mengunjungi Toko Roti Legendaris Di Jember, Hampir Seabad, Cita Rasa Jadi Yang Utama

Suara Jember News, Jember –ÂBerbicara soal kuliner seakan tidak ada habisnya. Dari waktu ke waktu, terus-menerus mengalami perkembangan. Meski demikian, masih ada yang memilih mempertahankan cita rasa yang dimiliki selama puluhan tahun. Seperti yang dilakukan oleh toko roti Sentral di Jember.

Toko itu sudah berdiri sebelum Jember secara resmi dibentuk. Bagaimana perjalanannya? Ilham Wahyudi, Kepatihan. Aroma khas roti tercium jelas dari salah satu toko di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.

Baca Juga : Resep Kue Keranjang Untuk Tahun Baru Imlek

Seorang pria tampak sibuk melayani orang yang datang ke toko tersebut. Sesekali pria itu masuk ke dalam ruangan lain untuk mengambil barang, termasuk roti.

Aktivitas tersebut hampir setiap hari dapat dijumpai di toko yang berdiri sejak 1928 silam itu. Cita rasa pada roti masih eksis dan digemari hingga saat ini.

Termasuk bagi yang ingin bernostalgia dengan masa lalu. Pemilik jajanan klasik ini memang memilih untuk tetap bertahan. Bahkan, sudah ada tiga generasi yang melanjutkan usaha tersebut.

Baca Juga : Camat Jenggawah Serbu Rumah Warga! Gak Bahaya Ta

Resep pembuatan roti di toko yang sudah hampir berdiri selama satu abad ini tetap dipertahankan secara turun-temurun. Sehingga cita rasa khasnya tetap dapat dinikmati.

Proses pembuatannya pun masih sama, yakni menggunakan bahan-bahan tradisional. Termasuk masih menggunakan tungku dan kayu untuk pembakaran.

Saat ini toko tersebut dikelola oleh Hendra Tirta Wijaya. Dia merupakan generasi ketiga yang mengelola bisnis kuliner tersebut. Meski kuliner terus berkembang, tapi dia mengaku masih tetap mempertahankan resep turun-temurun yang ditinggalkan oleh nenek moyangnya.

Awalnya toko tersebut berada di Jalan Gatot Subroto. Pada 1940 kemudian pindah di Jalan Sultan Agung. Lokasinya lebih strategis dari yang dulu, karena berada di jalan raya pusat kota. Sehingga lebih mudah ditemukan oleh para pembeli.

Baca Juga : Camat Jenggawah Pagi-Pagi sudah Di Sawah

Selain memiliki produk dengan cita rasa yang khas, toko tersebut juga kaya akan sejarah Bagaimana tidak, arsitektur bangunan klasiknya masih tetap dipertahankan.

Serta dijaga dengan baik, tanpa mengubah bentuk mengikuti perkembangan zaman. Hendra mengaku, proses pembuatan roti di tokonya masih menggunakan alat tradisional. Bahkan untuk pembakaran dia memilih menggunakan kayu daripada kompor gas.

Bentuk tungkunya tetap bertahan selama puluhan tahun. “Kami masih pakai kayu bakar dan peralatan masih minim. Semuanya asli seperti yang dipakai dulu. Mungkin ada beberapa pembaruan untuk barang yang sudah usang,†katanya.

Dengan alat tradisional tersebut, toko tersebut dalam sehari mampu mengolah kurang lebih 15 kilogram adonan. Dari adonan itu dapat dihasilkan 200 biji roti.

Baca Juga : Camat Jenggawah Ikuti Kegiatan Inovasi Penanganan Stunting

Ada bermacam variasi roti yang dapat dinikmati. Di antaranya roti kismis, cokelat, kacang, selai nanas, roti gula, tawar, sisir, dan bluder. Untuk menikmati roti tradisional ini, pembeli tidak perlu merogoh saku dalam-dalam.

Hendra mengaku menjual produknya dengan harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 13 ribu saja. Pembeli biasanya orang yang sudah masuk usia paruh baya.

“Tekstur roti jadul lebih kasar. Pemakaian kayu bakar membuatnya ada aroma smoky (bau asap, Red). Tapi rotinya tetap empuk dan cita rasa yang khas,” pungkasnya.

Sumber Berita : radarjember.jawapos.com

yaya05