<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pandai Besi Archives - Jenggawah Suara Jember News</title>
	<atom:link href="https://jenggawah.suarajember.com/tag/pandai-besi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jenggawah.suarajember.com/tag/pandai-besi/</link>
	<description>Portal Beritanya Kec.Jenggawah, Kab.Jember</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 Mar 2024 08:51:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://jenggawah.suarajember.com/wp-content/uploads/2024/01/cropped-WhatsApp-Image-2021-02-01-at-07.33.48-150-x-150-32x32.jpg</url>
	<title>Pandai Besi Archives - Jenggawah Suara Jember News</title>
	<link>https://jenggawah.suarajember.com/tag/pandai-besi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Melihat Geliat Pandai Besi Tradisional di Jember, Eksis Puluhan Tahun, Jualnya Sesuka Hati</title>
		<link>https://jenggawah.suarajember.com/melihat-geliat-pandai-besi-tradisional-di-jember-eksis-puluhan-tahun-jualnya-sesuka-hati/</link>
					<comments>https://jenggawah.suarajember.com/melihat-geliat-pandai-besi-tradisional-di-jember-eksis-puluhan-tahun-jualnya-sesuka-hati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yudi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2024 07:53:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pandai Besi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jenggawah.suarajember.com/?p=4235</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suara Jember News, Jember &#8211; Suara dentuman nyaring begitu lantang memecah keheningan di bawah terik...</p>
<p>The post <a href="https://jenggawah.suarajember.com/melihat-geliat-pandai-besi-tradisional-di-jember-eksis-puluhan-tahun-jualnya-sesuka-hati/">Melihat Geliat Pandai Besi Tradisional di Jember, Eksis Puluhan Tahun, Jualnya Sesuka Hati</a> appeared first on <a href="https://jenggawah.suarajember.com">Jenggawah Suara Jember News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suara Jember News, Jember &#8211; </strong>Suara dentuman nyaring begitu lantang memecah keheningan di bawah terik matahari siang bolong.</p>
<article class="read__content clearfix">Dari radius sekitar 50 meter pun juga masih terdengar. Berlangsung sekitar 10 sampai 15 detik, suara itu reda.</p>
<p><em><strong>Baca Juga : <a href="https://suarajember.com/menengok-lebih-dekat-watu-gong-di-desa-rambipuji-jember-tampak-dari-huruf-pallawa-yang-terbalik/">Menengok Lebih Dekat Watu Gong di Desa Rambipuji Jember, Tampak dari Huruf Pallawa yang Terbalik</a></strong></em></p>
<p>Namun, beberapa saat kemudian kembali berdentum nyaring. Begitu seterusnya hingga berulang-ulang.</p>
<p>Begitulah suasana di tempat sentra kerajinan besi yang dilakoni oleh pandai besi atau empu ini.</p>
<p>Setiap harinya, mereka membuat besi-besi balok yang didapatkannya dari loak dan rongsokan, menjadi sebilah celurit, golok, cangkul, dan berbagai perkakas rumah tangga seperti pisau.</p>
<p>&#8220;Ya, setiap harinya seperti ini, mas,&#8221; kata salah satu pemuda pandai besi di Dusun Gumuk Banji, Desa/Kecamatan Kencong, belum lama ini.</p>
<p>Para perajin besi ini tak berkerja seorang diri.</p>
<p>Seperti tergabung dalam tim, mereka berkerja bersamaan untuk menghasilkan satu peralatan dari besi.</p>
<p>Sedikitnya, dua orang yang membentuk besi dari batangan menjadi bentuk yang diinginkan. Kemudian, dua orang lainnya membantu memukul-mukul besi yang dilebur oleh sang empu.</p>
<p>Tak hanya melebur besi, sang empu juga bertugas mendinginkan dan membentuk pola besi yang diinginkan.</p>
<p class="class-paragraph">&#8220;Biasanya dibuat golok. Tapi, kalau yang ini dibuat celurit,&#8221; kata Mbah Bandi, sang empu pandai besi saat itu, sambil menunjukkan besi yang dibentuk celurit setengah jadi.</p>
</article>
<div class="read__paging clearfix">
<div class="paging paging--article clearfix">
<article class="read__content clearfix">Sebagai empu, Bandi tak hanya bertugas memastikan pola besi yang dibentuk sesuai.</p>
<p>Namun, juga harus menjaga bara api yang dipakainya untuk melebur besi tetap memiliki panas yang mencukupi.</p>
<p>Dia menggunakan api yang dihasilkannya dari gas elpiji tiga kilogram, dan dihidupkan dengan sakelar khusus.</p>
<p>Bandi juga dituntut ekstra hati-hati, karena panas besi saat dilebur bisa membahayakan dirinya jika sedikit saja melakukan kesalahan.</p>
<p>Tak lupa, dia menggunakan sarung tangan dan air yang ditempatkan di sebelahnya untuk mendinginkan besi yang diproses peleburan.</p>
<p>&#8220;Ini memang harus dilebur, dipukul-pukul, sampai bentuknya kelihatan pas,&#8221; kata kakek 72 tahun itu.</p>
<p>Dalam sehari, sentra produksi besi ini bisa membuat peralatan besi mencapai 7 hingga 8 buah.</p>
<p>Namun, jumlah itu tak menentu.</p>
<p>Kata Bandi, anak-anak yang biasa membantunya juga tak menentu.</p>
<p>Jika kebetulan banyak, maka peralatan yang dihasilkan juga banyak.</p>
<p>&#8220;Karena buatnya bareng-bareng, kalau <em>capek,</em> ya, berhenti. Kecuali saya masih muda dulu, kadang membuat sampai malam,&#8221; akunya.</p>
<p>Untuk produksinya, Bandi memang melibatkan pemuda-pemuda di sekitar rumahnya untuk membantu.</p>
<p>Dia mengaku bersyukur masih bisa bekerja di pekerjaan yang ditekuninya sejak masih duduk di bangku sekolah itu.</p>
<p>Bandi memperkirakan, dia menjadi perajin/pandai besi sejak masih sekolah dasar. &#8220;Lama <em>wis</em>, lupa tahunnya. SD itu sudah ikut buat seperti ini,&#8221; jawabnya.</p>
<p class="class-paragraph">Tak ada target khusus produksi peralatan setiap harinya.</p>
</article>
<div class="read__paging clearfix">
<div class="paging paging--article clearfix">
<p>Begitu pun untuk penjualan, kadang dilakukan di pasar, kadang diorder orang, ataupun permintaan dari beberapa pedagang peralatan rumah.</p>
<p>&#8220;Jualnya di mana saja, yang penting laku,&#8221; katanya, disusul tawa.</p>
<p>Di pasaran, peralatan besi seperti celurit dan cangkul ataupun golok dibanderol dengan harga merakyat.</p>
<p>Dari kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 100 ribu per bilah.</p>
<p>Perbedaan harga biasanya ditentukan dari kualitas peleburan besi dan aksesori yang melekat.</p>
<p>Sebenarnya sentra industri besi tidak hanya ditemukan di daerah Kencong. Di Balung juga banyak.</p>
<p>Khususnya di Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, yang dikenal sebagai desanya pandai besi di Jember.</p>
<p><em><strong>Baca Juga : <a href="https://suarajember.com/giat-penyaluran-bantuan-beras-10-kg-dari-bulog/">Giat Penyaluran Bantuan Beras 10 kg dari BULOG</a></strong></em></p>
<p>Bandi pun mengakui demikian.</p>
<p>&#8220;Banyak <em>sih</em> sebenarnya pandai besi. Apalagi di daerah Balung, di Desa Balung Kulon, itu tempatnya. Banyak di sana perajinnya,&#8221; pungkas kakek tiga cucu ini.</p>
<p>Sumber Berita : radarjember.id<br />
Iswahyudi02</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>The post <a href="https://jenggawah.suarajember.com/melihat-geliat-pandai-besi-tradisional-di-jember-eksis-puluhan-tahun-jualnya-sesuka-hati/">Melihat Geliat Pandai Besi Tradisional di Jember, Eksis Puluhan Tahun, Jualnya Sesuka Hati</a> appeared first on <a href="https://jenggawah.suarajember.com">Jenggawah Suara Jember News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jenggawah.suarajember.com/melihat-geliat-pandai-besi-tradisional-di-jember-eksis-puluhan-tahun-jualnya-sesuka-hati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
