Jenggawah Suara Jember News

Portal Beritanya Kec.Jenggawah, Kab.Jember

Home » Jember Kekurangan Rumah Sakit, Butuh Rumah Sakit di Wilayah Pinggiran

Jember Kekurangan Rumah Sakit, Butuh Rumah Sakit di Wilayah Pinggiran

Suara Jember News, Jember –Hingga saat ini, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, rumah sakit (RS) yang ada di Jember masih belum bisa dikatakan ideal.

Terlebih, RS yang dimiliki Jember mayoritas terpusat di daerah kota.

Baca Juga : Penyerahan Sertifikat PTSL Di Adakan Kembali Desa Jatimulyo

Padahal, tidak sedikit warga Jember yang bermukim di daerah pinggiran. Mereka juga membutuhkan pelayanan kesehatan terjangkau dari tempat tinggal.

Hal itu dikatakan langsung oleh Bupati Jember Hendy Siswanto saat peletakan batu pertama RS Harapan Sehat di Kecamatan Mayang (1/2).

Menurutnya, Jember masih membutuhkan dua atau tiga RS baru tipe C. Mengingat populasi masyarakat Jember terus meningkat.

“Mengikuti meningkatnya populasi masyarakat, Jember membutuhkan RS tambahan,” ujarnya.

Selain kekurangan jumlah RS, pelayanan kesehatan di Jember juga mengalami kekurangan fasilitas kesehatan (faskes).

Yakni kekurangan 600 tempat tidur pasien, serta 200 tempat tidur untuk rumah sakit tipe C.

Untuk itu, Pemkab Jember akan terus mendukung setiap ada pembangunan RS baru di Jember.

Jika ada pihak swasta hendak membangun RS di Jember, Bupati Hendy menyarankan agar memilih lokasi di luar area kota Jember.

“Daerah pinggiran Jember masih butuh RS. Sekarang ini RS yang ada di Jember masih banyak yang terpusat di Jember (kota, Red), akhirnya banyak warga desa yang susah menjangkau,” terangnya.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), hingga saat ini Jember memiliki 10 RS. Dari jumlah tersebut dua RS khusus dan satu RS bersalin.

Sehingga RS yang saat ini dimiliki Jember hanya mampu menampung setengah dari jumlah warga Jember. Itu pun jika pasien RS banyak yang tidak melakukan rawat inap di RS.

Sementara itu, pada Dokumen Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jember 2021-2026 disebutkan, banyak rumah sakit di Jember belum siap melayani kasus kegawatdaruratan neonatus dan obgyn.

Baca Juga : Giat Penyaluran Bantuan Beras 10 kg dari BULOG

Serta kurangnya pelayanan dokter spesialis obgyn atau kandungan

. Hal itu menyebabkan rujukan kasus ibu hamil berisiko tinggi masih sering estafet dari rumah sakit rujukan.

Sumber Berita : radarjember.id
Iswahyudi02