Jenggawah Suara Jember News

Portal Beritanya Kec.Jenggawah, Kab.Jember

Home » Sejarah Dan Budaya Desa Cangkring Jenggawah Yang Belum Banyak Orang Ketahui

Sejarah Dan Budaya Desa Cangkring Jenggawah Yang Belum Banyak Orang Ketahui

Suara Jember News, Cangkring, Jember –ÂKonon menurut cerita Desa Cangkring merupakan hamparan yang luas dan terdapat beberapa tanah yang menggunung, akan tetapi tidak terlalu tinggi layaknya pegunungan, hanya merupakan bukit-bukit kecil.

Pada mulanya hanya sekelompok penduduk yang bermukim di wilayah ini, untuk bertahan melangsungkan kehidupannya. Lambat laun mereka beranak pinakdan ada pula pendatang-pendatang yang turut bertahan hidup di wilayah ini, sehingga menuntut adanya aturan yang formal layaknya pemerintahan, sehingga terbentukklah sebuah desa dengan nama Desa Cangkring.

Baca Juga :Jokowi Sebut Bantuan Program Indonesia Pintar Tidak Boleh Dibelikan Pulsa

Perspektif budaya masayarakat di Desa Cangkring dipengaruhi oleh budaya Jawa dan budaya Madura.

Tradisi-tradisi budaya Jawa dan Madura banyak berpengeruh dalam ritual-ritual keagamaan ataupun ritual-ritual lainnya. Tradisi adat jawa dipadukan dengan ritual agama, masih tetap dipegang. Tradisi ini dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai sarana untuk bersosialisasi dan berinteraksi dimasyarakat.

Contoh nyata yang masih dapat dilihat sampai saat ini yaitu adanya acara kirim Do’a (tahlilan) bagi orang yang meninggal dengan sebutan loktelok, tokpettok, pakpolo, nyatos, dan nyebuh dll.

Baca Juga :Menhan Prabowo Memberangkatkan Kapal Rumah Sakit TNI AL yang Membawa Bantuan untuk Palestina

Tradisi adat yang lainnya juga masih digunakan dalam acara ritual lainnya seperti dalam acara di bulan-bulan islam adalah acara yang dilakukan dalam bulan syafar dengan membuat tajen sapar, bulan muharram/suro dengan membuat tajen sorah. belesen yang di yakini sebagai nageh bulan tepat pada tanggal 11 pada bulan- bulan islam.

Kesenian Tradisional yang merupakan warisan budaya masih disebagian masyarakat diminati sangat tinggi pada masyarakat Desa Cangkring.

Maka perlu. dikembangkan lagi agar Kesenian Tradisional dapat lebih dipertahankan, misalnya Seni Hadrah, al Jiduri, sambroh, dll. agar tidak tergerus oleh tradisi dunia luar dari generasi muda terhadap kesenian tradisional (daerah), serta perlu adanya perhatian dan pembinaan dari pihak pemerintah dalam hal ini dinas terkait.(dawa)