<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mahasiswa Archives - Jenggawah Suara Jember News</title>
	<atom:link href="https://jenggawah.suarajember.com/tag/mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jenggawah.suarajember.com/tag/mahasiswa/</link>
	<description>Portal Beritanya Kec.Jenggawah, Kab.Jember</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Feb 2024 16:10:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://jenggawah.suarajember.com/wp-content/uploads/2024/01/cropped-WhatsApp-Image-2021-02-01-at-07.33.48-150-x-150-32x32.jpg</url>
	<title>Mahasiswa Archives - Jenggawah Suara Jember News</title>
	<link>https://jenggawah.suarajember.com/tag/mahasiswa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ratusan Mahasiswa-Dosen Unej Nyatakan Sikap: Politik Dinasti Cederai Pemilu</title>
		<link>https://jenggawah.suarajember.com/ratusan-mahasiswa-dosen-unej-nyatakan-sikap-politik-dinasti-cederai-pemilu/</link>
					<comments>https://jenggawah.suarajember.com/ratusan-mahasiswa-dosen-unej-nyatakan-sikap-politik-dinasti-cederai-pemilu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2024 16:10:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Unej]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jenggawah.suarajember.com/?p=4278</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suara Jember News, Jember &#8211; Ratusan mahasiswa dan dosen Universitas Jember (Unej) menyampaikan pernyataan sikap dan...</p>
<p>The post <a href="https://jenggawah.suarajember.com/ratusan-mahasiswa-dosen-unej-nyatakan-sikap-politik-dinasti-cederai-pemilu/">Ratusan Mahasiswa-Dosen Unej Nyatakan Sikap: Politik Dinasti Cederai Pemilu</a> appeared first on <a href="https://jenggawah.suarajember.com">Jenggawah Suara Jember News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suara Jember News, Jember &#8211; </strong>Ratusan mahasiswa dan dosen Universitas Jember (Unej) menyampaikan pernyataan sikap dan seruan moral terkait pelaksanaan Pemilu 2024. Mereka mendesak seluruh elemen yang terlibat dalam pemilu menjaga dan menegakkan demokrasi dan konstitusi.<br />
Pernyataan sikap itu digelar di Bundaran Patung Triumvirat Unej. Para peserta aksi mengenakan jas almamater Unej yang berwarna biru kelasi.</p>
<p>&#8220;Hari ini adalah salah satu dari buah turut serta kepedulian sekaligus keprihatinan dari sivitas akademika Universitas Jember,&#8221; tegas Juru Bicara Forum Civitas Akademika Unej Muhammad Iqbal, Senin (5/2/2024).<br />
<em><strong>Baca Juga : <a href="https://suarajember.com/camat-jenggawah-serbu-rumah-warga-gak-bahaya-ta/">Camat Jenggawah Serbu Rumah Warga! Gak Bahaya Ta</a></strong></em></p>
<p style="font-weight: 400">Menurut Iqbal, pemilu seharusnya menjadi pesta demokrasi yang bisa dirasakan oleh seluruh rakyat. Namun, yang terjadi justru ada indikasi proses pemilu tidak berlangsung secara jujur, adil, bebas dan langsung.</p>
<p>&#8220;Seharusnya memang suatu pesta yang harusnya meriah dan bisa dirasakan bersama oleh seluruh rakyat. Tapi kami seluruh sivitas akademika Jember menyatakan sikap bahwa politik dan pemilu kita saat ini tidak berlangsung secara jujur, adil, bebas, langsung. Tentu sangat mungkin untuk berpengaruh pada prinsip asas rahasia di bilik suara,&#8221; terang Iqbal.</p>
<p>Dia menilai saat ini ada upaya-upaya untuk membangun politik dinasti melalui proses pemilu. Sehingga, mencederai asas kejujuran dan keadilan dalam pelaksanaannya.</p>
<p>&#8220;Di mana sama-sama kita lihat semua belakangan, memang telah banyak yang menganggap upaya-upaya untuk kepentingan dalam membangun politik dinasti, dalam mencederai asas jujur dan adil,&#8221; kata Iqbal.</p>
<p><em><strong>Baca Juga : <a href="https://suarajember.com/camat-jenggawah-ikuti-kegiatan-inovasi-penanganan-stunting/">Camat Jenggawah Ikuti Kegiatan Inovasi Penanganan Stunting</a></strong></em></p>
<p>Dosen HI Fisip Unej itu menilai, situasi dan proses penyelenggaraan Pemilu 2024 saat ini kurang baik dan tidak pada koridor yang tepat. Dia berharap situasi ini bisa dilihat oleh pemerintah dan penyelenggara pemilu serta masyarakat luas.</p>
<p>&#8220;Oleh Istana, oleh KPU, Bawaslu, DKPP, dan seluruh masyarakat luas yang menginginkan nantinya pada Pemilu 14 Februari itu betul-betul berlangsung dengan sangat bebas, tanpa kekerasan, tanpa intimidasi, dan mengembalikan maruah demokrasi dan konstitusi ini sebagai satu upaya untuk menata masa depan, mencari pemimpin baik di tingkat presiden maupun wakil rakyat dari seluruh tingkatan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pihaknya ingin semua elemen bisa memastikan arah pembangunan melalui pemilu yang sehat dan demokratis. Oleh karena itu, sivitas akademika Unej melakukan seruan moral demi pesta demokrasi yang sehat.</p>
<p>&#8220;Untuk sama-sama memastikan arah pembangunan, sebagai satu mandat dari kemerdekaan RI ini berlangsung baik dan sesuai dengan koridor demokrasi dan konstitusi. Ini sebagai satu moral call,&#8221; tandasnya</p>
<p>Sumber Berita : ppid.jemberkab.go.id</p>
<p>yaya05</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://jenggawah.suarajember.com/ratusan-mahasiswa-dosen-unej-nyatakan-sikap-politik-dinasti-cederai-pemilu/">Ratusan Mahasiswa-Dosen Unej Nyatakan Sikap: Politik Dinasti Cederai Pemilu</a> appeared first on <a href="https://jenggawah.suarajember.com">Jenggawah Suara Jember News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jenggawah.suarajember.com/ratusan-mahasiswa-dosen-unej-nyatakan-sikap-politik-dinasti-cederai-pemilu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bawa &#8216;Keranda Jenazah&#8217;, Mahasiswa Jember Desak Jokowi Hentikan Nepotisme</title>
		<link>https://jenggawah.suarajember.com/bawa-keranda-jenazah-mahasiswa-jember-desak-jokowi-hentikan-nepotisme/</link>
					<comments>https://jenggawah.suarajember.com/bawa-keranda-jenazah-mahasiswa-jember-desak-jokowi-hentikan-nepotisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yudi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2024 10:48:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jenggawah.suarajember.com/?p=4264</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suara Jember News, Jember &#8211; Para aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang...</p>
<p>The post <a href="https://jenggawah.suarajember.com/bawa-keranda-jenazah-mahasiswa-jember-desak-jokowi-hentikan-nepotisme/">Bawa &#8216;Keranda Jenazah&#8217;, Mahasiswa Jember Desak Jokowi Hentikan Nepotisme</a> appeared first on <a href="https://jenggawah.suarajember.com">Jenggawah Suara Jember News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suara Jember News, Jember &#8211; </strong>Para aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jember, melakukan aksi demontrasi di sekitar Bundaran DPRD Kabupaten Jember, Sabtu siang (10/2/2024).</p>
<p>Dalam aksinya itu, para mahasiswa membentangkan sejumlah poster dan tulisan mengkritik ragam kebijakan pemerintah yang selama ini dianggap sembrono.</p>
<p><em><strong>Baca Juga : <a href="https://suarajember.com/menteri-kim-apresiasi-pers-indonesia-seiring-hpn-2024/">Menteri KIM Apresiasi Pers Indonesia Seiring HPN 2024</a></strong></em></p>
<p>Bahkan para aktifis Marhaen ini juga membawa keranda mayat/jenazah serta mawar merah yang ditaburkan, sebagai simbol matinya Demokrasi bangsa ini karena ulah elit-elit politik di pemerintahan.</p>
<p>&#8220;Berbagai ketimpangan yang dipertontonkan secara telanjang oleh pemerintah selama ini, memaksa kami harus turun jalan, pemerintah seolah menjadi manipulator sekaligus mafia demokrasi,&#8221; seru Ketua DPC GMNI Kabupaten Jember, Yudha Dwi Prasetiyo, Sabtu (10/2).</p>
<p>Yudha menyebut, kondisi demikian telah berimplikasi terhadap berbagai ketimpangan.</p>
<p>Mulai dari penegakan hukum yang tidak konsisten, pemberantasan korupsi yang tebang pilih, hingga perselingkuhan antarpenguasa yang melahirkan kolusi dan nepotisme.</p>
<p>&#8220;Kami menolak pejabat publik menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan kelompok, karena mereka diberi amanah oleh rakyat harusnya untuk kepentingan rakyat, tapi kita melihat proses politik itu tidak berjalan semestinya, terutama apa yang dilakukan oleh presiden,&#8221; bebernya, yang saat itu juga koordinator aksi.</p>
<p>Yudha mencontohkan salah satunya ketika Presiden RI, Joko Widodo, dalam beberapa kesempatan selalu mengutarakan terkait netralitas pejabat atau ASN.</p>
<p>Namun hal itu dianggapnya hanya lip service.</p>
<p>&#8220;Rasa-rasanya netralitas itu tidak ada. Kita muak, mulai dari keputusan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang melanggar kode etik, lalu soal pelanggaran etik Ketua KPU, semua sarat akan kepentingan nepotisme,&#8221; urainya.</p>
<p>Selama hampir setengah jam mahasiswa melakukan aksinya, mereka juga berorasi secara bergantian.</p>
<p>Aksi mereka ini juga mendapat kawalan penuh dari puluhan personel kepolisian dan TNI yang memadati sekitar arena aksi.</p>
<p>Sedikitnya, ada ada enam point tuntutan mahasiswa dalam aksinya itu.</p>
<p class="class-paragraph">Pertama, menuntut semua lembaga kekuasaan negara, baik eksekutif, legislatif dan yudikatif, senantiasa mempedomani TAP MPR No. VI/MPR/2001 tentang etika kehidupan berbangsa dan menjalankan nilai-nilai Pancasila.</p>
<p>Kedua, mendesak Jokowi agar menghentikan penggunaan simbol, program, maupun fasilitas negara demi kepentingan kroni-kroninya.</p>
<p>Ketiga, mendesak Jokowi agar menghentikan kriminalisasi dan intimidasi terhadap mahasiswa, dosen, budayawan, serta komponen masyarakat lainnya, yang menjadikan kasus tertentu sebagai sandera.</p>
<p>Kemudian keempat, mendesak Jokowi agar menegakkan hukum tanpa intervensi.</p>
<p><em><strong>Baca Juga : <a href="https://suarajember.com/prabowo-indonesia-keturunan-majapahit-tak-boleh-jadi-bangsa-kacung/">Prabowo: Indonesia Keturunan Majapahit, Tak Boleh Jadi Bangsa Kacung</a></strong></em></p>
<p>Kelima, menuntut lembaga negara agar mengembalikan marwah demokrasi demi berjalannya Pemilu 2024 yang jujur dan berkeadilan.</p>
<p>&#8220;Terakhir (ke-enam), kami mengajak seluruh masyarakat agar berani bersuara atas fenomena perilaku tidak etis para pejabat publik menjelang Pemilu 2024, itu semua yang menjadi tuntutan kami kepada pihak-pihak yang kami cantumkan,&#8221; pungkas Yudha.</p>
<p>Sumber Berita : radarjember.id<br />
Iswahyudi02</p>
<p>The post <a href="https://jenggawah.suarajember.com/bawa-keranda-jenazah-mahasiswa-jember-desak-jokowi-hentikan-nepotisme/">Bawa &#8216;Keranda Jenazah&#8217;, Mahasiswa Jember Desak Jokowi Hentikan Nepotisme</a> appeared first on <a href="https://jenggawah.suarajember.com">Jenggawah Suara Jember News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jenggawah.suarajember.com/bawa-keranda-jenazah-mahasiswa-jember-desak-jokowi-hentikan-nepotisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
