Suara Jember News, Jember –Seperti berita sebelumnya, Warga Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember Lebaran Idul Fitri, hari Selasa 9 April 2024.
Ini lebih cepat sehari dibandingkan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah maupun pemerintah.
Pagi-pagi sekali, suasana masjid di pesantren Mahfilud Duror ramai. Mereka melangsungkan Salat Id, di masjid pesantren tertua, tepatnya di Dusun Kebun, Desa Suger Kidul.
Baca Juga :BNPB Catat 132 Rumah Terendam Banjir di Kepahiang Bengkulu
“Di sini ada tiga masjid, tapi yang dipakai dimasjid yang paling tua,” kata Mustaqim, salah satu tokoh warga.
Salat Idul Fitri mengikuti ini mengikuti Pondok Pesantren Mahfilud Duror yang diasuh oleh KH Ali Wafa.
“Di sini dulu puasanya lebih awal dan sekarang Salat Id juga lebih awal. “Banyak warga yang datang ke masjid Mahfilud Duror untuk salat Id,” paparnya.
Seperti muslim Indonesia pada umumnya, pasca Salat Id, warga juga saling bermaafan. Meski begitu, tidak semua warga Suger Kidul ikut lebaran tanggal 9 April.
Baca Juga :Investasi Ubah Wajah Kota Blitar, Pencakar Langit Bermunculan
“Ada juga yang lebaran ikut pemerintah,” ucapnya.
Ponpes Mahfilud Duror tak memaksa masyarakat sekitar untuk mengikuti salat Idul Fitri tanggal 9 April.
“Ada ribuan warga yang ikut salat Idul Fitri,” jelasnya.
Penetapan hari raya yang lebih awal ini ditetapkan oleh Ponpes Mahfilud Duror berdasarkan kitab Nazhatul Majalis. “Kita itu merupakan karangan Syech Aburrohman As Shufuri As Syafi’i, menggunakan acuan sistem khumasi dari bahasa Arab, yang artinya lima (khomsatun). Semua berjalan lancar,” ulasnya. (mg1/nur)
Sumber Berita : radarjember
dawa01











Berita Selanjutnya
Pertemuan Rutin TP PKK Kecamatan Sukowono 2024
05/04/2024.PSN Tulip 56 Desa Tegalrejo
Rumah Penjual Bensin Eceran di Jember Terbakar, Dua Orang Jadi Korban
Kereta Ekonomi New Generation Hadir di Jember
Minta Efektivitas Mal Pelayanan Publik di Jember Ditingkatkan, Ada Apa?
Koalisi Perubahan di Jember akan Sowan ke NU dan Muhammadiyah Setelah Lebaran