Jenggawah Suara Jember News

Portal Beritanya Kec.Jenggawah, Kab.Jember

Home » Basmi Nyamuk DBD, Pemdes Jatisari Lakukan Fogging

Basmi Nyamuk DBD, Pemdes Jatisari Lakukan Fogging

Suara Jember News, Jenggawah, Jember –Setelah ditemukannya kasus warga terkena penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue), Pemerintah Desa Jatisari melakukan kegiatan fogging di rumah warga pada hari Rabu, 31 Januari 2024.

Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan RT 4 / RW 2 dan RT 1 / RW 2 Dusun Krajan Desa Jatisari Kecamatan Jenggawah.

Baca Juga : Sampah Plastik Masuk Saluran Irigasi saat Hujan Tiba, Tugas Petani di Ajung Bertambah

Fogging merupakan salah satu kegiatan penanggulangan  dan pemberantasan nyamuk DBD (Demam Berdarah Dengue) yang dilaksanakan pada saat terjadi penularan DBD melalui penyemprotan insektisida daerah sekitar kasus DBD yang bertujuan memutus rantai penularan penyakit.

Sasaran fogging adalah rumah serta bangunan di pinggir jalan yang dapat dilalui kendaraan di lokasi endemis tinggi. Cara ini dapat dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa maupun larva.

Saat ini Pemerintah Desa Jatisari telah mengonfirmasi ada 2 warga yang terjangkit penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) yaitu :

1 . Nama : Mohamad Rifaldi
Usia : 16 Tahun
Alamat : RT 4 / RW 2 Dusun Krajan Desa Jatisari Kecamatan Jenggawah

2 . Nama : Lisa Umami
Usia : 34 Tahun
Alamat : RT 1 / RW 2 Dusun Krajan Desa Jatisari Kecamatan Jenggawah

 

Kegiatan ini merupakan perhatian dan upaya pemerintah kepada masyarakat dalam merespon dan menanggulangi penyakit DBD yang saat ini merebak di Desa Jatisari.

Baca Juga : Camat Jenggawah Ikuti Kegiatan Inovasi Penanganan Stunting

Kepala Desa Jatisari, Drs. Haris Tursina, M.Pd turut menghadiri kegiatan fogging tersebut dan didampingi oleh

1 . Petugas PKM Kemuningsari Kidul
2 . Babinsa Desa Jatisari
3 . Kasi PMKS Kecamatan Jenggawah
4 . Pol PP Kecamatan Jenggawah
5 . Kepala Dusun Krajan
6 . Sahabat Tagana Desa Jatisari

Harapannya, kegiatan ini bisa memutus rantai penularan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) di Desa Jatisari dan tidak ada warga yang terjangkit penyakit tersebut lagi. (frs)